Prototipe Kendaraan Taktis TNI AD

Sebagai Negara maritim, Indonesia terus melakukan pengembangan di bidang pertahanan Negara atau militer. Pengembangan yang dimaksud adalah industri pertahanan mandiri. Industri pertahanan mandiri adalah kegiatan memproduksi senjata dan kendaraan militer sendiri.

Sejak awal tahun 2016 yang lalu Indonesia sudah memproduksi beberapa barang-barang kemiliteran mulai dari pesawat tempur, kendaraan taktis, tank, dan bahkan senjata api. Dari hal tersebut, Indonesia menempati peringkat ke 14 dalam kekuatan militernya versi Global Fire Power (GFP) sepanjang 2016.

Berkaitan dengan hal tersebut, beberapa waktu yang lalu Kembar Teknika dipercayakan oleh BDLtech untuk menggaparap prototype kendaraan taktis TNI AD. Kendaraan taktis yang dimaksud adalah War-V1.

Kendaraan ini seluruhnya berlapis baja dan dilengkapi dengan senjata api versi machine gun. Kendaraan taktis yang hampir mirip dengan tank ini bersifat hybrid dan mampu digerakkan menggunakan remote control.

Kendaraan taktis War-V1 ini berbeda dengan kendaraan taktis yang Indonesia saat ini miliki dimana menggunakan penggerak 4 roda dan bahan bakar cair. War-V1 ini menggunakan penggerak roda rantai yang biasa digunakan pada tank.

War-V1 juga tidak menggunakan bahan bakar untuk mengoperasikanya melainkan menggunakan dynamo dan accu sebagai energi penggerak. Sehingga, kendaraan taktis buatan Kembar Teknika tersebut lebih ramah langkingan dan tidak menimbulkan polusi.

Dari hal tersebut, bisa dibuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk memproduksi peralatan militer sendiri dan secara langsung Kembar Teknika telah mampu berpartisipasi dalam pengembangan teknologi dan industri kemiliteran Indonesia.